Secara perlahan namun pasti, kehadiran iPad2 terus menggeser notebookku sebagai alat kerja. Walaupun layar sentuh iPad2 nyaman digunakan, penggunaan keyboard fisik untuk menulis dokumen/artikel yang panjang, sepertinya akan lebih nyaman. Oleh karena itu aku tergoda untuk menggunakan aksesoris tambahan berupa keyboard fisik. Setelah mencari informasi browsing sana-sini, maka aku memilih Logitech Keyboard Case by ZAGG for iPad 2 (LZ).
LZ adalah aksesoris berupa fisik keyboard wireless dengan dua fungsi tambahan yaitu sebagai case dan docking sekaligus. Pada paket penjualannya LZ hadir dengan kemasan box sederhana disertai dengan kabel USB untuk keperluan charge, selembar kertas panduan penggunaan dan unit LZ.
Sebelum dapat digunakan, unit harus kita charge dahulu dengan mengkoneksikan unit via kabel USB pada port USB PC/notebook. Logitech mengklaim sekali charge cukup untuk penggunaan aktif selama beberapa minggu. Sepertinya klaim ini cukup menyakinkan, karena unit yang kugunakan, sudah selama hampir 1 bulan masih tidak menunjukkan tanda akan kehabisan daya, walaupun tidak digunakan intens setiap harinya.
LZ terhubung dengan iPad2 menggunakan koneksi wireless via Bluetooth. Caranya mudah saja, cukup aktifkan Bluetooth pada iPad2. Sedangkan pada LZ, pastikan switch ON aktif. Pada jendela setting Bluetooth iPad2 akan muncul nama Logitech Zagg, pertanda proses pairing siap. Tekan tombol connect pada LZ, maka kita akan diminta untuk memasukkan kode pairing yang tertera pada iPad2, ketikkan kode tersebut pada keyboard LZ dan keyboard LZ siap digunakan. Oya memasukkan kode pairing hanya untuk pertama kali saja, selanjutnya tidak perlu kode ini lagi.
Sebagai fungsi docking, LZ mendesain letak iPad2 seperti pada sebuah netbook. iPad2 bisa diletakan secara potrait ataupun landscape. iPad2 diletakan pada celah diatas barisan tombol keyboard, sehingga iPad2 akan berdiri pada kemiringan yang nyaman, yaitu sekitar 45 derajat. Pada fungsi docking ini tidak ada mekanisme pengunci letak iPad2 pada celah LZ. Sehingga pada posisi docking, apabila keyboard secara tidak sengaja terbalik, maka iPad2 akan terlepas dari docking.
Sebagai fungsi keyboard, LZ ini nyaman digunakan. Desainnya yang kompak dengan full keys (seperti keyboard notebook), kecuali keys number pastinya, keyboard fisik ini jauh lebih nyaman digunakan berketik ria dibanding keyboard sentuh pada layar iPad2. Terlebih tampilan layar menjadi lebih lapang, karena tidak munculnya tampilan keyboard sentuh pada layar iPad2. Tombol-tombol shortcut seperti copy, cut, paste, search, dan shortcut multimedia tentu sangat membantu. Terlebih buat yang sudah familiar dengan Mac OS, tentu keyboard ini sangat nyaman, karena LZ ini mendukung penuh shortcut keyboard Mac OS. Daftar shortcut Mac OS ini tersedia di halaman support LZ untuk dipelajari para pengguna baru di Mac OS.
Beralih ke fungsi case, cukup tangkupkan iPad2 dengan posisi layar menghadap keyboard, tekan sedikit pada sudut-sudut iPad2 hingga posisinya terasa lekat. Kemudian coba angkat dan balik hingga iPad2 berada menghadap kebawah, iPad2 tidak akan jatuh atau terlepas dari case. Hal ini disebabkan disekeliling LZ terdapat bantalan yang "mengunci" body iPad2 sehingga aman melekat dalam body keyboard. Sebagai fungsi case LZ ini terlihat keren, karena warnanya yang senada dengan body belakang iPad2 tampak menyatu dengan elegan.
Impresiku :
+ 3 in 1 function
+ Keyboard nyaman
+ daya tahan baterai
+ shortcut
+ desain kompak
+ harga terjangkau
- tidak ada pengunci pada fungsi docking
- finishing pada sisi pinggiran body kurang halus







