Saturday, May 18, 2013

Ingat Mama, ingat Tuhan

Ada dua orang anak yang mengaku berbakti kepada Ibunya. Keduanya selalu mengaku ingat kepada jasa-jasa Ibunya sewaktu mereka masih diasuh dan dibesarkan dulu. Mereka kini sudah dewasa, hidup mandiri, punya rumah sendiri. Mereka berdua tidak lagi tinggal bersama Ibunya seperti masih kecil dulu. Keduanya mengaku sayang kepada Ibunya. Buktinya keduanya selalu mengaku ingat dengan Ibunya. Namun keduanya berbeda.

Bedanya, anak yang satu tidak sekedar ingat. Ia secara rutin meluangkan waktu untuk menelpon Ibunya, menanyakan kabar, bahkan disela-sela kesibukkannya, memberi perhatian. Di akhir pekan atau waktu tertentu setiap bulannya, ia meluangkan waktu untuk berkunjung kepada Ibunya. Datang kerumah Ibunya, mencium tangan, memeluk hangat dan berbagi kabar-kabar baik ataupun duka, membawakan atau membelikan sesuatu. Berbicang, tertawa ataupun berbagi sedih dengan Ibunya. Untuk kemudian Sang Ibu dengan sifat kasih sayangnya, memeluk, membelai rambut si anak menasihati, menyemangati dan membesarkan hati anaknya. Sepulang mengunjungi Ibunya, si anak merasakan kebahagiaan, ketenangan sekaligus kekuatan jiwa.

Sedangkan anak yang satu lagi, mengaku bahwa ia pun demikian. Ia mengaku selalu ingat dan berterima kasih dengan Ibunya. Hanya saja ia tidak meluangkan waktu untuk sekedar menelepon apalagi secara rutin untuk bertemu, mengunjungi Ibunya secara langsung. Ia berdalih tidak perlu sedemikiannya, ia pun percaya bahwa Ibunya pun demikian. Ia percaya sang Ibu pun mengingat dan tetap menyayanginya. Benarkah demikian ?

source : pengumpulhikmah.blogspot.com
Kasus seperti ini banyak kita jumpai disekitar kita. Kita yang sudah menjadi orang tua mungkin dengan mudah bisa mencerna kasus ini. Memang, tidak ada orang tua yang tidak ingat atau bahkan sampai tidak sayang dengan anak-anaknya. Tetapi dengan kasus diatas, apakah anak yang selalu bisa meluangkan waktu untuk Ibunya bahkan rutin mengunjungi Ibunya mendapatkan kadar rasa sayang yang sama dengan anak yang cuma sekedar mengaku ingat dengan Ibunya ? Mungkin bisa jadi tampak sama perlakuannya dipermukaan, tetapi bisa sangat mungkin berbeda didalam perasaan Ibunya. Bahkan sangat mungkin sang anak pertama mendapatkan perlakuan khusus dari Ibunya dibanding anak yang hanya mengaku ingat.

Kisah inilah yang aku sampaikan kepada kawan yang menanyakan mengapa ia harus sholat, sedangkan dia merasa cukup hanya dengan mengaku percaya dan ingat Tuhan. Analogi inilah yang kuceritakan kepada kawan yang sudah dewasa dan menjadi orang tua yang tidak merasa penting bahwa dia sebagai muslim harus menjalankan sholat. Tuhan memang memiliki sifat Rahman, tetapi apakah kita mendapatan sifat Rahim-Nya ? Maka apabila sudah dewasa dan sudah menjadi orang tua yang memiliki anak, menjawab atau sekedar merenungkan hal ini menjadi lebih mudah.    

Thursday, May 16, 2013

Upgrading dan Raker Gama Diksi Unmul

Mahasiswa para penerima beasiswa di Unmul memiliki wadah yang dinamakan Gama Diksi. Organisasi ini sudah dibentuk sejak tahun 2010 kemarin, namun dalam perjalanannya vakum akan kegiatan. Pada pertengahan 2013 Gama Diksi diberdayakan kembali dengan membentuk struktur kepengurusan baru, dengan harapan Gama Diksi akan berjalan sesuai dengan visi misinya. Oleh karena itu Gama Diksi dengan kepengurusan baru ini mengadakan acara "Upgrading dan Raker". Pada acara ini aku diundang untuk memberikan materi "Manajemen Organisasi - Membangun dan Mengoptimasi".

Pada bahasan tersebut peserta acara dipandu untuk mengenali elemen-elemen dasar dan terpenting dalam sebuah organisasi, bagaimana hubungan antar elemen dan mengoptimasinya. Pegetahuan ini diharapkan para pengurus Gama Diksi bisa dengan mudah membangun dan mengoptimasi departemen masing-masing dan visi misi Gama Diksi secara keseluruhan.

Pada bagian kedua, materi dilanjutkan kepada "Membangun dan Mengoptimasi Pribadi". Pada bagian kedua ini dibahas tips-tips bagaimana menjadi mahasiswa yang luar biasa, materi yang biasa kubawakan pada acara-acara kuliah umum sebelumnya. Secara keseluruhan acara berjalan dengan baik, meriah dan penuh antusiasme.

Tuesday, April 23, 2013

Seminar IT "Go Green Computing Technology" dan "Menjadi Mahasiswa Luar Biasa" (3)

Jurusan Ilmu Komputer Universitas Mulawarman merayakan hari jadinya yang ke-11 dengan menggelar beberapa kegiatan lomba, diantaranya karya tulis ilmiah, desain poster, web, game hingga video dokumenter. Acara puncaknya bertepatan pada hari Kartini kemarin, yaitu berupa seminar IT "Go Green Computing Technology". Acara seminar tersebut berisi 3 sesi acara yaitu penyampaian materi Go Green Computing Technology oleh salah satu dosen Ilkom Unmul, disusul sesi motivasi olehku dengan materi "Menjadi Mahasiswa Luar Biasa". 

Acara ini berjalan dengan meriah, dihadiri sekitar 200 peserta yang didominasi oleh mahasiswa Unmul jurusan Ilkom sendiri, disusul oleh pelajar yang mengikuti lomba-lomba yang digelar oleh Ilkom Unmul. Acara ditutup dengan pengumuman pemenang serta pembagian hadiah. 

Friday, April 12, 2013

Bacalah Buku Manualnya

Jam tangan analog yang kini sedang kupakai tidak pernah kusetting sendiri, karena sejak membelinya kondisi jam sudah disettingkan oleh penjualnya sehingga aku tinggal pakai saja. Pada jam tanganku ini terdapat berbagai fitur seperti timer, stopwatch dan tanggal. Tidak ada masalah dengan semua fitur itu, karena aku memang lebih menggunakan jam tangan sebagai penunjuk waktu saja dan tanggal. Nah, belakangan ini fungsi penunjuk tanggal sudah tidak akurat lagi, tertinggal beberapa hari. Seperti pada umumnya jam tangan analog, untuk menyeting tanggal ini tidaklah sukar, hanya menarik tuas pengatur dan memutarnya hingga sesuai dengan keinginan. Sewaktu memotong tali jam tangan ini, aku melihat bagaimana pemilik toko memutar-mutar tuas pengatur itu dengan mudah. Tetapi kenyataannya tidak seperti itu, jangankan memutar, menariknya saja tidak bisa, keras sekali. Tuas pengatur itu tidak bergeming. Pada awalnya aku maklum saja, mungkin karena tanganku yg agak basah, sehingga agak slip saat menariknya. Aku coba menggunakan kain, menariknya dengan berbagai posisi, hasilnya sama saja. Tuas pengatur itu kokoh pada tempatnya. Kuminta pada asistenku untuk mencoba menariknya, dengan harapan ditangan yang berbeda, hasilnya pun akan lain, ternyata sama saja. Aku mengingat pemilik toko yang dengan mudah memutar tuas pengatur itu dan dia adalah seorang wanita, apakah dia kuat sekali ? sepertinya tidak.

Friday, March 15, 2013

Bahagia

Bahagia ? apa itu bahagia ? apabila kita tanyakan kepada banyak orang maka akan beragam sekali jawabannya. Tanyakan arti bahagia kepada para mahasiswa yang sudah lama kuliah, maka jawabnya mungkin sekitar lulus dan diwisuda dengan nilai memuaskan. Tanyakan kepada mahasiswa yang sudah lama menganggur, maka jawabnya tentu saja seputar mendapat pekerjaan yang bonafide. Tanyakan kepada mereka yang sudah lama bekerja kantoran, maka jawabnya adalah punya perusahaan sendiri dan mereka memiliki kebebasan waktu. Bahagia ?

Maka tanyakan arti bahagia kepada mereka yang jomblo ? maka jawabnya segera ingin mendapatkan pasangan hidup ideal. Tanyakan kepada mereka yang sudah lama menjalin hubungan asmara ? jawabnya bahagia adalah saat mereka sudah menikah nanti. Tanyakan kepada pasangan yang sudah lama menikah, bahagia mereka adalah dikaruniai Tuhan anak yang sehat dan lucu. Dilanjutkan maka arti bahagianya akan berbeda lagi.

Tanyakan arti bahagia kepada pemilik motor roda 2 100cc ? maka bahagia katanya adalah melaju dengan motor 250cc atau 600cc. Tanyakan kepada mereka setelah motornya berkapasitas mesin besar ? maka bahagia ujarnya adalah roda empat dengan 2000cc dan seterusnya.

Telusuri linimasa di twitter, maka definisi bahagia akan beragam warna sesuai kondisi saat mereka nge-twit. Lihatlah di status Facebook, maka setali tiga uang dengan di twitter. Jika kita tarik benang merahnya, sebenarnya bukan peristiwanya yang membuat rasa bahagia. Peristiwa itu hanyalah pemicu kita merasakan rasa bahagia itu sendiri. Kita berbahagia sebenarnya karena kita bisa MERASA bahagia, lebih tepatnya masih diijinkan-Nya untuk MERASA bahagia. Rasa bahagia itu sudah built-in dalam diri kita. Bahagia itu adalah saat kesadaran tertinggi kita menyentuh wilayah Ketuhanan dalam diri kita, yang membuat kita merasa "meleleh", merasakan sesuatu yang "dalam" dan berharga. Itulah perbedaannya dengan rasa senang. Rasa senang adalah respon diri kita terhadap sesuatu yang menyenangkan. Rasa senang tidak menyentuh wilayah ketuhanan dalam diri kita. Contoh sederhananya, seorang koruptor merasa senang terhadap hasil manipulasinya mencuri uang negara. Tetapi apakah dia berbahagia ? 

Maka bahagia yang tertinggi adalah tidak kehilangan rasa bahagia itu sendiri sebesar dan sekecil apapun, atau masih diijinkan Tuhan untuk merasakannya. Setali tiga uang dengan rasa kehilangan. Kehilangan yang paling besar adalah kehilangan "rasa kehilangan" itu sendiri.

Maka selama ini kita lebih sering bersenang-senang saja ataukah sudah berbahagia ?

Monday, March 11, 2013

Menjadi Mahasiswa Luar Biasa (2)

Di penghujung bulan februari kemarin, diundang oleh mahasiswa Universitas Mulawarman Fakultas Ilmu Sosial Politik jurusan Ilmu Komunikasi untuk berbagi pengalaman pada kuliah umum dengan materi "Menjadi Mahasiswa Luar Biasa". Materi ini juga yang dibawakan pada penghujung tahun kemarin pada acara kuliah umum di STIMIK WiCiDa. Oleh karena itu secara garis besar apa yang disampaikan tidak jauh berbeda, kecuali pada penekanan potensi kelulusan dari jurusan ilmu komunikasi dalam konteks "Menjadi Mahasiswa Luar Biasa". Selain itu juga disampaikan 10 kompetensi yang seharusnya dimiliki oleh mahasiswa jurusan ilmu komunikasi.

Acara berjalan dengan lancar dan tertib, serta diikuti dengan antusias oleh peserta yang kebanyakkan adalah para mahasiswa baru. Semoga apa yang disampaikan kemarin bermanfaat dan inspiratif.

   

Saturday, December 22, 2012

Menjadi Mahasiswa Luar Biasa

Minggu lalu aku berkesempatan untuk berdiri lagi dihadapan para mahasiswa, yaitu di acara Kuliah Umum dalam rangka memperingati hari jadi Himpunan Mahasiswa TI - STIMIK WiCiDa Samarinda. Pada Jumat pagi itu, sebagai pembicara tunggal aku membawakan materi "Menjadi Mahasiswa Luar Biasa". Aku berbagi pengalaman selama menjadi mahasiswa dulu, bukan berarti aku dulunya adalah mahasiswa luar biasa, biasa saja malahan. Tetapi berani mencoba hal-hal luar biasa yang tidak biasa dikerjakan selama menjadi mahasiswa pada umumnya. Apakah hal itu ? dan bagaimana caranya ?



Mengawali materi dengan memberikan pilihan apakah menjadi mahasiswa pemenang ataukah mahasiswa luar biasa. Kemudian diikuti dengan tantangan untuk menjadikan masa kuliah sebagai salah satu masa keemasan dalam hidup. Bukan malahan menjadikannya sebagai masa-masa sibuk bergalau-ria. Mengajak peserta untuk menemukan motivasi terkuatnya untuk membangkitkan potensi terbaiknya, yaitu menentukan visinya sebagai mahasiswa.

"Pemuda dengan visi yang jelas, mampu untuk kurang tidur bahkan makan, tetapi tetap berdiri dengan segar dan tegar" #myquote

Kemudian aku memberikan tips pertama untuk menjadi mahasiswa luar biasa adalah dengan mencari dan menemukan role model atau teladan/mentor yang baik untuk membimbing selama masa menjadi mahasiswa. Teladan inilah yang dijadikan sebagai benchmark atau tolak ukur pencapaian pribadi. Untuk kemudian tips-tips lainnya dengan tujuan untuk membuat kebiasaan yang baik, hingga akan membentuk karakter positif yang memudahkan untuk membuka gembok psikologis. 

"Sebaik-baik tempat yang harus segera ditinggalkan adalah kampus" #myquote

Gembok psikologis adalah suatu keadaan dimana kita menutup kemungkinan untuk hal-hal yang seharusnya atau sepantasnya bisa kita lakukan saat itu. Dalam konteks ini adalah masa saat menjadi mahasiswa. Ada banyak hal yang bisa dilakukan saat usia emas, yaitu saat menjadi mahasiswa untuk melakukan hal-hal luar biasa, namun sayangnya tidak bisa hanya karena terkunci oleh gembok psikologis tersebut.

"Sebaik-baiknya skripsi adalah yang bisa diselesaikan dengan cepat" #myquote

Berbekal visi yang kuat, mentor yang baik, beserta kebiasaan-kebiasan positif, membuka gembok psikologis, maka aku menekankan bahwa seorang mahasiswa seharusnya berpikir dan berorientasi pada karya, produk dan jasa. Tidak perlu menunggu nanti setelah lulus. 

"Raih grade dan value sekaligus" #myquote